Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Senin, Mei 28, 2012

28 Mei 2012
Pekan Biasa VIII (H)
Sta. Margaretha Pole; St. Wilhelmus; St. Bernardus dr Montjoux; St. Germanus dr Paris

Pada waktu Yesus berangkat untuk me­ne­ruskan perjalanan-Nya, datanglah se­orang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: ”Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: ”Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” Lalu kata orang itu kepada-Nya: ”Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: ”Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: ”Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: ”Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: ”Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: ”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”


Renungan
Setiap orang yang percaya kepada Allah memiliki hak untuk mendapat tempat dalam Kera­jaan-Nya dan memiliki hidup kekal, sebab kita semua adalah citra Allah dan telah diangkat men­jadi anak-anak Allah oleh jasa Yesus Kristus yang telah menebus kita dari dosa. Inilah iman kita. Namun, iman kita bisa menjadi kerdil bahkan mati jika kita memiliki kelekatan yang kuat pada hal-hal duniawi dalam bentuk apa saja. Sikap inilah yang dikritik Yesus dalam diri orang kaya, yang membuat mereka sulit untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena mereka telah menaruh hatinya pada harta kekayaan. Setiap orang yang menaruh hatinya pada harta kekayaan akan sulit untuk berbagi kasih dan semakin ia jauh dari Kerajaan Allah. ”Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Mrk. 10:25).

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa hidup ini bernilai dan berharga bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang kita lakukan untuk memajukan Kerajaan-Nya dan sesama manusia. Maka, menjadi murid Tuhan tidak cukup dengan rajin berdoa dan ke Gereja, tetapi juga harus memiliki sikap lepas bebas untuk berbagi kasih terhadap sesama.

Ya Allah, penuhilah hidupku dengan semangat lepas bebas untuk berbagi kasih dengan sesama yang menderita. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2012

0 comments: