Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Kamis, Maret 01, 2012

1 Maret 2012
Pekan Prapaskah I (U)
St. Feliks III (II), Paus; St. David; Sta. Magdalena dr Kanossa

”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan
Pernah suatu kali, seorang bercerita bahwa dia pergi ke dukun ketika dia menghadapi suatu persoalan. Dukun itu memberikan beberapa nasihat dan dia disuruh minum air yang telah didoakan. Dia menuruti saja apa yang diminta oleh sang dukun. Apa yang terjadi? Persoalan bukannya teratasi tapi malah tambah parah dan muncul persoalan-persoalan baru. Dia bahkan meninggalkan Yesus dan Gereja.

Ratu Ester dalam Bacaan I datang kepada Tuhan Allah ketika dia dan bangsa Israel berada dalam keadaan terancam. Ester menyampaikan keluh-kesah dan kesulitan yang dialami. Dia yakin akan kebaikan Tuhan Allah dan pertolongan-Nya. Tuhan Yesus dalam warta Injil hari ini mengajak para pengikut-Nya untuk senantiasa datang kepada Allah Bapa. Bapa adalah Allah yang Mahabaik dan senantiasa memberikan yang terbaik kepada manusia. Dia akan mengabulkan setiap permohonan anak-anak-Nya. Dia akan memberikan yang terbaik kepada kita di saat kita membutuhkannya.

Yesus mengundang kita untuk semakin setia datang kepada Bapa. Bapa selalu memberikan yang terbaik kepada kita. Bersediakah kita senantiasa datang kepada-Nya?

Ya Tuhan yang Mahabaik, terima kasih karena Engkau begitu baik kepadaku. Ajarilah aku untuk setia datang kepada-Mu dan berlaku baik hati kepada sesamaku. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011

Rabu, Februari 29, 2012

29 Februari 2012
Pekan Prapaskah I (U)
St. Gabriel Possenti; St. Leander

Ketika orang banyak me­ngerumuni-Nya, berkatalah Yesus: ”Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka meng­hendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum me­­reka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan se­sung­guhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka men­dengarkan pemberitaan Yunus, dan se­sung­guhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” Renungan Bobby Harimaipen, seorang pastor yang bijak, suatu saat menasihati seorang umatnya yang pemabok. ”Apakah Pastor bisa menunjukkan bagaimana caranya supaya saya berhenti minum?” tanya pemabok setengah menantang. Pastor pun menjawab, ”Ah, gampang sekali resep supaya berhenti minum. Itu semudah kita membuka telapak tangan!” Mendengar kata-kata tersebut, sang pemabok berkata, ”Kalau benar semudah membuka telapak tangan, tunjukkan dan saya bersumpah akan berhenti minum!” Dengan tersenyum Pastor Bobby menjawab, ”Begini, setiap kali Anda memegang botol atau gelas berisi minuman beralkohol, bukalah tangan Anda sebelum gelas itu menyentuh bibir Anda!” Sejak saat itu sang pemabok berhenti minum. ”Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda…!” sabda Yesus. Tak selamanya tawaran pertobatan itu diterima. Ada banyak alasan untuk menolak atau menghindarinya. Bahkan, orang-orang dalam Injil menuntut tanda terlebih dahulu sebagai syarat pertobatan. Padahal pertobatan adalah soal hati. Untuk bertobat, pertama-tama harus ada kerelaan hati dan kemauan yang kuat, maka jalan akan terbuka lebar. Apakah selama masa puasa ini, sudah ada kemauan kuat dalam diri kita untuk bertobat? Tuhan yang penuh belas kasih, luluhkan hatiku untuk mendengar ajakan pertobatan. Amin. Diambil dari Ziarah Batin 2011

Selasa, Februari 28, 2012

28 Februari 2012
Pekan Prapaskah I (U)
Sta. Antonia; St. Hilarus, Paus

”Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyak­nya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi ja­nganlah kamu seperti mereka, karena Bapa­mu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebe­lum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga meng­ampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni ke­salahan orang, Bapamu yang di sorga akan meng­ampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Renungan
Seorang utusan menuju sebuah rumah besar dengan gerbang besi yang tinggi. Utusan ini mengetuk pintu gerbang, namun tak ada jawaban. Ia mengetuk lagi lebih keras. Tetap tak ada jawaban. Ia tahu, di dalam sana ada penghuninya. Dengan agak kesal, diambilnya batu besar dan dipukulnya pintu gerbang berulang kali. Barulah pintu terbuka. Dari balik pintu, keluar seorang nenek dan bertanya, ”Apakah Anda ingin masuk?” Sang utusan menjawab, ”Nek, siapa pun yang mengetuk seperti tadi, pastilah ingin masuk!” Sambil membuka pintu, nenek berkata, ”Yah, di sekitar sini banyak anak-anak nakal bermain-main. Mereka sering mengetuk pintu beberapa kali lalu kabur. Jadi, saya tidak lagi menggubris ketukan pintu. Tapi, waktu saya mendengar cara Anda mengetuk tadi, saya yakin, Anda memang tamu yang benar-benar ingin masuk!”

Yesus melarang orang berdoa bertele-tele. Lantas Yesus mengajarkan doa Bapa Kami yang terkenal itu. Pada hakikatnya, sebagaimana diajarkan Yesus pada bagian lain, salah satu hal penting dalam doa adalah kesungguhan dan percaya. Bila kita berdoa sepenuh hati dengan keyakinan seperti cara utusan mengetuk pintu, maka doa kita akan didengar Tuhan.

Tuhan, tambahkan selalu imanku sehingga aku mampu berdoa dengan lebih sungguh-sungguh. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011

Senin, Februari 27, 2012

GEMA 25-26 Februari 2012


27 Februari 2012
Pekan Prapaskah I (U)
St. Gabriel Possenti; St. Leander

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Renungan
Seorang ibu yang tinggal di pinggiran kota, suatu hari terkejut. Dari balik jendela, ia melihat sebuah truk berhenti di sebelah rumahnya. Empat laki-laki berambut gondrong berlompatan keluar. Mereka kemudian menurunkan barang-barang dari atas truk: gitar listrik, drum, dll.

Sejurus kemudian terdengar bunyi musik ingar-bingar dari rumah sebelah itu. Tentu saja itu semua membuat ibu tadi geram, kesal, dan marah. Sore harinya, ketika suaminya datang, ibu ini langsung mengungkapkan kekesalannya. ”Kita harus pindah dari sini. Tempat ini sudah jadi Neraka!” teriaknya. Suaminya yang sabar berkata, ”Lho, mama tidak tahu ya, mereka itu grup band terkenal lho. Banyak orang tergila-gila ingin melihat dan mendengarkan mereka!”

Mendengar penjelasan suaminya tadi, si ibu langsung terdiam. Sejurus kemudian, ia sibuk menelepon teman-temannya. ”Ayo datang ke rumahku. Grup band Sheila On 7 sedang berlatih di rumah sebelah!” ujarnya dengan nada gembira.

Rupanya, penjelasan tentang siapa orang-orang itu telah mengubah total sikap si ibu tadi.

”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”, sabda Yesus kepada murid-muridnya. Seandainya kita meresapi sabda Yesus tersebut, barangkali sikap kita terhadap orang-orang kecil yang kita jumpai setiap hari, akan berubah. Kita tidak lagi menghindar apalagi merendahkan mereka, melainkan menghargainya secara layak karena kita melihat Yesus di dalam mereka.

Bapa di Surga, sadarkan aku untuk memperlakukan semua orang, termasuk yang paling hina sekalipun secara layak. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011

Jumat, Februari 24, 2012

24 Februari 2012
Hari Jumat Sesudah Rabu Abu (U)
St. Montanus dan Lucius, dkk.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: ”Mengapa kami dan orang Farisi ber­puasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita sela­ma mempelai itu bersama mereka? Tetapi wak­tu­nya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Renungan
Salah satu adegan dalam film ”?” (Tanda Tanya) adalah perusakan sebuah restoran. Restoran ini dirusak massa karena buka secara terang-terangan pada bulan puasa. Adegan dalam film tersebut, diakui oleh Hanung Bramantyo sang sutradara, diangkat dari kenyataan yang ada dalam masyarakat kita, Indonesia. Begitulah setiap bulan puasa menjelang hari raya Idul Fitri, peristiwa yang sama terjadi secara sporadis.

”Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” pertanyaan bernada protes ini ditujukan kepada Yesus sebab murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti mereka.

Kewajiban agama, termasuk puasa, bukanlah sesuatu yang perlu kita pertontonkan pada orang lain. Dalam bagian lain Yesus menganjurkan agar kita tampil ceria pada saat berpuasa. Tujuannya agar orang lain tidak perlu mengetahui apa yang sedang kita jalankan. Puasa adalah urusan kita pribadi dengan Tuhan. Apakah orang lain menjalankan puasa atau tidak, tak perlu kita risaukan.

Bapa yang mahakudus, ingatkan aku bila timbul kecemburuan atau ketidaksenangan melihat orang lain yang tidak sepaham denganku. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011

Kamis, Februari 23, 2012

23 Februari 2012
Hari Kamis Sesudah Rabu Abu (U)
Pw. St. Polykarpus, UskMrt. St. Willigis

Dan Yesus berkata: ”Anak Manusia ha­rus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam ke­pala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan di­bang­kitkan pada hari ketiga.” Kata-Nya ke­pa­da mereka semua: ”Setiap orang yang mau meng­ikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, me­mi­kul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamat­kan nya­wa­nya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang­siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya se­orang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan diri­nya sendiri?”

Renungan
Seorang sopir truk melihat seorang petani sedang berjalan kaki memikul beban berat. Petani ini sedang menuju kota hendak menjual hasil buminya. Pak sopir yang baik hati berhenti dan menawarkan tumpangannya. Tak lupa, sopir meyakinkan bahwa tak akan memungut bayaran sedikit pun.

Dengan sedikit ragu, petani yang lugu menerima tawaran itu dan naik ke atas truk. Dari kaca spion, sopir melihat bahwa petani berdiri di bak truknya sambil tetap memikul barang bawaannya. Sopir itu turun, mendekati petani dan berkata: ”Saya lihat sepanjang jalan Bapak tetap memikul bawaan di pundak Bapak ...?” Petani itu menjawab dengan sungguh-sungguh. ”Saya ingin meringankan beban Bapak. Jadi saya tetap pikul sendiri beban saya!” ujarnya.

Sebagai murid Kristus, kita harus berani memikul salib kita, beban hidup kita setiap hari. Namun, tidak jarang kita memikul beban hidup yang tidak perlu….

Tuhan Yesus, Engkau telah menebus dosa-dosaku. Jangan biarkan aku menanggung beban yang tidak perlu, akibat dosa-dosaku. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011

Rabu, Februari 22, 2012

22 Februari 2012
RABU ABU (U) — Puasa dan Pantang
Pesta Takhta St. Petrus, Rasul Sta. Margaretha dr Cortona

”Ingatlah, jangan kamu melakukan ke­wa­jiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, kare­na jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila eng­kau memberi sedekah, ja­nganlah engkau menca­nangkan hal itu, seper­ti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, su­­paya mereka dipuji orang. Aku berkata ke­pada­mu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

”Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”


Renungan
Bobby mempunyai kebiasaan puasa Senin–Kamis. Selain itu, secara khusus, setiap Rabu pahing, ia juga berpuasa. Sebab Rabu pahing adalah hari weton (kelahiran)-nya. Bobby menjalankan itu semua atas anjuran ibunya yang berasal dari Wonogiri.

Tradisi berpuasa hampir ada pada semua agama. Bahkan, banyak suku bangsa, seperti contoh Bobby di atas, mengenal juga beragam jenis puasa.

Agama Katolik mengenal kebiasaan berpuasa, dimulai pada hari Rabu Abu. Kewajiban berpuasa dalam agama Katolik tidak terlepas dari semangat pertobatan, bukan laku tapa saja. Masa Prapaskah (masa puasa) tekanannya bukanlah pada puasanya, melainkan pada pertobatan. Karenanya, masa Prapaskah diawali dengan pengurapan abu, simbol pertobatan. Puasa dan pertobatan bagi kita merupakan dua hal yang tak terpisahkan.

Tuhan, ajarilah aku untuk berani mengurangi makan dan minum selama masa Prapaskah ini. Sambil berpuasa, luluhkanlah hatiku untuk berpaling hanya kepada-Mu saja. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2011