- Bacaan I: Kejadian 2:18-25
- Bacaan Injil: Markus 7:24-30
Renungan
Manusia adalah makhluk sosial. Seorang filsuf eksistensial Perancis, Gabriel Honore Marcel (1889-1973) menandaskan bahwa kita menemukan diri dalam kondisi tak terelakkan, yakni “ada bersama…”.
“Aku” menemukan diri dalam kebersamaan dengan “kamu”: dan “aku dan kamu” menemukan diri dalam keberadan “kita”: dalam “kita”, kita menemukan diri dalam “kita yang manusia ini dan kita yang bukan manusia”. Ini adalah fakta yang tidak dapat dielakkan. Nah, memoles kebersamaan gerejawi dan sekaligus manusiawi, khusunya dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia yang “Bhineka Tunggal Ika” ini, tidaklah lepas dari keberanian menerima fakta mendasar yang disebut “ada bersama…”. Meniadakan yang lain seakan tidak ada, dan bahkan tidak termasuk kita, dan bumi dengan segala isinya. Yesus tidak bisa menghindari perjumpaan dengan seorang wanita Yunani berkebangsaan Siro-Fenesia, yang de fakto bukan Yahudi, yang juga sangat rindu akan keselamatan seperti manusia pada umumnya. Oleh sebab itu, sebagai Allah yang telah menjadi manusia, Dia ada untuk semua orang, untuk semua ciptaan - tanpa terkecuali. Dalam Yesus tidak ada lagi Yahudi, Yunani, orang bebas, dan budak belian. Dalam Dia, kita adalah saudara.
Ya Tuhan Yesus, semoga aku semakin menjadi seperti Engkau, yakni meneria semua orang seperti Engkau sendiri telah dan selalu melakukannya. Amin
Diambil dari Ziarah Batin 2009
0 comments:
Posting Komentar