- Bacaan I: Kejadian 4:1-15,25
- Bacaan Injil: Markus 8:11-13
Renungan
Ada dua ungkapan Jawa yang mungkin cocok untuk memaknai kehendak Tuhan Yesus. “Wong iku kudu bisa tanggap ing sasmita” (Orang itu harus bisa menangkap makna tanda-tanda), dan “Sing becik ketitik, sing ala ketara” (Yang baik akan diperhatikan dan yang jelek jelas akan terlihat). Tanpa harus tahu dari mana kedua ungkapan ini pernah dimunculkan, yang penting ialah: marilah kita biasakan untuk mempergunakan kemampuan panca indra kita guna menangkap makna dari kehidupan kita ini, dari sudut-sudut jiwa, hati, pikiran dan kehendak Dia yang misterius tetapi bisa memberikan terang.
Yesus, yang telah diprasangkai, jelas membawa misteri kehidupan, yang berasal dari seluruh kekayaan manusiawi sepanjang sejarah, yaitu dari A s/d Z untuk mengatakan Alpha s/d Omega, dan lebih-lebih yang berasal dari Allah yang maha ajaib. Penyingkapan diri Allah atau “relevation” tidak bisa melulu ditangkap dengan daya kemampuan indra penglihatan atau indra peraba dan pengecap. Melalui meditasi dan kontemplasi, kita diajak untuk memaknai tanda-tanda yang kemudian bisa menyejukkan hati, jiwa serta pikiran kita. Relogiositas demikian inilah yang justru sering bertumbuh dan berkembang, bukan pada diri orang yang kecil-dan pandai atau bijaksana menurut ukuran dunia, tetapi pada orang-orang yang kecil sederhana (Matius 11:25)
Ya Allah Bapa, aku ingin menjadi seperti PutraMu, Yesus, yang telah menandakan kehadiranMu ditengah-tengah umat manusia. Oleh sebab itu, bimbinglah aku untuk merenungkan sejuta peristiwa yang kuhadapi hari demi hari sebagai tempat dan ruang di mana Engkau hadir untuk menyelamatkanku. Amin.
Diambil dari Ziarah Batin 2009
0 comments:
Posting Komentar