Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Selasa, Februari 17, 2009

17 Februari 2009


Renungan

Seandainya Allah itu sungguh-sungguh suka marah dan mudah putus asa, sudah lama kita manusia ini dibinasakan. Lalu, Allah menciptakan semuanya serba baru - yang lama ditiadakan. Dari Kitab Suci kita belajar bahwa Allah juga mahasabar dan mau membiarkan yang baik semkain berkembang, meskipun yang jelek bin jahat tetap tumbuh dimana-mana. Penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei) yang sedemikian agung ini tidak lepas dari konsekuensi karya penciptaan Allah yang de fakto telah mencerminkan kebesaranNya, meskipun dilingkupi oleh dosa.

Marilah kita lihat: sebagai manusia, yang sering disebut makhluk paling luhir, kita ini dibentuk sedemikian sempurna. Bila kita sebut “cantik”, ya berlakulah predikat ini untuk semua orang, apakah dia seorang santa atau seorang berdosa. Secara alami, yang artinya dari sananya telah diciptakan oleh Allah sedemikian rupa, kesempurnaan alami manusia tidak dibatalkan karena Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Apakah seseorang itu ateis, Hindu, Buddha, Muslim, Kristen, kesempurnaan sebagai ciptaan tidak bisa disangkal. Dan inilah yang tetap dipandang sebagai “the good point” oleh Sang Pencipta sendiri. Karenanya, kita tidak bisa sewenang-wenang terhadap sesama dan seluruh isi alam semesta. Dia yang meberi terang matahari kepada semua orang tanpa kecuali; Dia yang memberi hujan kepada siapa saja tanpa kecuali, sungguh tidak pernah membiarkan suara batin kita umpul sehingga tetap menyala rindu pada Dia, asal muasal dari semuanya.

Ya, Allah Bapa, berilah pengertian kepadaku, umat ciptaanMu ini, bahwa Engkau adalah Allah Yang Mahabaik, Mahasabar, dan senantiasa memberikan aku tetap mengarah pada kebaikan. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2009

0 comments: