Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Rabu, Februari 18, 2009

18 Februari 2009


Renungan

Allah pun ternyata suka berpose. Memang, kalau mau, Allah juga bisa dengan seketika membereskan apa yang tidak beres. Contoh konkret dapat kita temukan dalam Injil hari ini. Untuk bisa melihat dengan jelas, Yesus harus meletakkan tanganNya sampai dua kali. Dan dalam bacaan pertama, Nuh juga harus menunggu sampai 21 hari guna memastikan bahwa bumi tidak lagi digenangi oleh air bah. Proses seperti inilah yang harus kita maknai sebagai “pedagogi Ilahi”. Apa artinya? Untuk sampai masuk ke tanah Kanaan, diperlukan 40 tahun dan bukan secara instan ditempuhnya beberapa jam saja, seperti kalau sekarang ini terbang dengan pesawat dari Kairo menuju Tel-Aviv atau sebaliknya.

Allah mendidik kita melalui suatu proses dimana keanekaan aspek kehidupan manusia diwujudkan melalui berbagai macam pelatihan: belajar mendengarkan wakilNya serta setia kepada Allah melalui hukum yang disepakati oleh dua belah pihak melalui Perjanjian: belajar bertahan uji, juga ketika harus melewati padang gurun gersang yang kontras dibandingkan dengan situasi Mesih yang subur penuh air. Intinya, marilah kita tinggalkan semangat instan dan marilah kita bertekun dan tetap pada setia pad Dia, juga ketika kita mengalami berbagai macam kesulitan. Sebab, bukan sukses yang pertama-tama Dia perhitungkan, tetapi kesetiaan dalam berbagai macam pencobaan.

Tuhan, Engkau sungguh mencintaiku. Karena itu, janganlah tinggalkan aku dan biarlah aku tetap sabar dalam berproses di dalam hidup ini. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2009

0 comments: