- Bacaan I: Imamat 19:1-2,11-18
- Mazmur: Mazmur 19: 8-10, 15
- Bacaan Injil: Matius 25:31-46
Renungan
Bagi orang-orang yang percaya akan Yesus, pengadilan terakhir bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebab Dia memberikan panduan tentang sikap dan perilaku yang berguna bagi keselamatan. Patokannya adalah hukum cinta kasih.
Dalam keseharian kita, tidaklah sulit menemukan orang yang lapar, haus, tunawisma, pesakitan dan wajah-wajah lainnya yang butuh perhatian kasih. Apakah kita melihat wajah Yesus dalam wajah-wajah mereka? Kalau kita tidak melihat wajah Yesus dalam diri salah seorang saja dari mereka, kepedulian kita kepada sesama menjadi sesuatu yang agak dangkal dan mudah membebani kita. Juga membuat kita mudah menyerah ketika menemukan tantangan untuk memberi. Tidak jarang terjadi bahwa “wajah-wajah Yesus” itu telah menghampiri kita dan menyatakan kebutuhannya tanpa kita harus berlelah-lelah mencari mereka yang membutuhkan kasih kita. Mereka datang dan “menawarkan diri mereka” untuk menjadi pemebla kita pada pengadilan terakhir.
Marilah, pada awal masa tobat yang panjang ini, kita membangun hidup tobat sejati dengan mengasah kepedulian kita terhadap sesama yang lebih membutuhkan. Dengan kepekaan hidup yang terasah dan tertata itu, mungkinlah bagi kita untuk memaksimalkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, mengulurkan kasih kita kepada siapapun yang lebih membutuhkan, dan memerangi setiap egoisme dan ketamakan dalam diri kita. Tidak melakukan suatu kebaikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan kita merupakan kerugian bagi kita dalam pengadilan terakhir.
Ya Tuhan, berilah aku hati yang peka terhadap sesama yang membutuhkan bantuanku, dan mampukanlah aku memandang wajah PutraMu yang hadir dalm diri mereka. Amin.
Diambil dari Ziarah Batin 2009
0 comments:
Posting Komentar