Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Senin, Maret 02, 2009

1 Maret 2009


Renungan

Bertobatlah! Ini merupakan tuntutan pertama yang dimaklumkan Yesus kepada para pendengarNya. Dalam kesempatan tampil di hadapan publik ini, Ia meminta suatu pilihan sikap yang benar dan tidak tergantikan untuk membangun hidup dalam Dia dan bersama Dia. PengikutNya hanya mempunyai satu pilihan sikap asali: bertobat. Dengan bertobat, orang percaya kepada Injil, yakni Yesus sendiri sebagai kepenuhan Kabar Gembira yang datang dari Allah.

Bertobat merupakan cetusan kekayaan hati yang dinamis untuk menata hidup: dari kehidupan yang buruk menuju kehidupan yang baik, dari cara hidup yang bercatat menuju hidup yang mendekati kesempurnan. Dalam pertobatan, setiap orang menelanjangi diri dan menempatkan diri dalam pengadilan nurani yang jujur dan tanpa topeng, entah rasa malu maupun harga diri yang palsu, atau pertimbangan manusiawi lainnya yang meninabobokan manusia dalam kedosaannya. Tolok ukur dari pertobatan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang sesuai dengan Injil.

Pertobatan yang dituntut oleh Yesus meliputi seluruh aspek hidup manusia itu sendiri. Dalam hubungan dengan Tuhan: manusia harus berani meninggalkan berbagai bentuk ungkapan iman yang palsu, misalnya yang hanya mementingkan kekhusyukan doa, yang menggunakan doa sebagai sarana untuk “menyogok” Tuhan, atau ketakutan-ketakutan palsu akan dosa-dosa. Dalam hubungan dengan sesama: manusia harus menjadi pribadi yang berkeadilan dan berbelas kasih kepada sesama. Dalam hubungan dengan diri sendiri: manusia harus mencintai dirinya secara sehat dan tidak membebani diri dengan berbagai kenikmatan semu. Pokoknya, bertobat berarti meninggalkan pola hidup yang tidak terpuji dan memilih jalan hidup baru yang terpuji, dan tetap berjalan di jalan hidup baru yang terpuji itu.

Ya Tuhan, bukalah hatiku untuk selalu bertobat dan berbenah diri. Ajarilah aku untuk selalu meninggalkan hidupku yang tidak terpuji, dan bertekun dalam hidup yang sesuai dengan InjilMu. Amin.

Diambil dari Ziarah Batin 2009

0 comments: