- Bacaan I: 2Kor 4:7–15
- Mazmur: Mzm 126:1–2ab,2cd–3,4–5,6
- Injil: Mat 20:20–28
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: ”Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: ”Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: ”Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: ”Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: ”Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: ”Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Renungan
Kadang kala orang berpikir bahwa memiliki kekuasaan atau dekat dengan orang yang berkuasa akan memiliki kesempatan emas mendapatkan segala yang diinginkannya. Ibu Zebedeus juga berpikir demikian sehingga ia memohon kepada Yesus agar anak-anaknya duduk di sekeliling Yesus agar memperoleh kesempatan emas itu. Akan tetapi, Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang mau duduk di dekat-Nya harus mau terlibat dalam segala hal, termasuk meminum cawan yang diminum Yesus, yakni mengalami penderitaan.
Dalam kehidupan dewasa ini, menjadi anggota pengurus Gereja, misalnya dewan paroki, pro-diakon, ketua wilayah/lingkungan, dan sebagainya, adalah kesempatan untuk terlibat dalam karya Tuhan mewartakan keselamatan Allah. Duduk dalam kepengurusan bukan untuk mendapatkan ”kemuliaan” dalam Gereja, melainkan untuk mewartakan Allah yang menyelamatkan. Maka, mereka juga harus mempunyai kesediaan ”meminum cawan Yesus”, yakni mengorbankan waktu, uang, dan bahkan tidak tertutup kemungkinan korban perasaan ketika melakukan pelayanan kepada umat. Setiap orang yang bersedia dipilih menjadi pelayan umat, ia harus mempunyai kesediaan ”meminum cawan penderitaan Yesus”. Santo Yakobus adalah salah satu rasul yang berani meneguk cawan Yesus demi mewartakan Kerajaan Allah.
Ya Tuhan, kadang aku mau menghindari cawan penderitaan-Mu dalam menjalankan tugas pelayanan Gereja. Aku justru kecewa ketika harus mengalami ketidaknyamanan saat melaksanakan tugas. Sucikanlah hatiku dengan darah-Mu agar aku melaksanakan tugas pelayanan dengan hati bersih. Amin.
Diambil dari Ziarah Batin 2011
0 comments:
Posting Komentar