Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Jumat, Februari 27, 2009

26 Februari 2009


Renungan

Sidharta Gautama, tidak serta merta gembira ketika diberitahu bahwa isterinya telah melahirkan anaknya dengan selamat. Ia tercenung sesaat lalu berucap: Sebuah jerat dunia telah lahir bagiku. Untuk mencapai nirwana (sorga) orang harus mau melepas diri dari ikatan duniawi. Tetapi apa yang terjadi dalam hidup sehari-hari?

Semakin lama orang malah menenggelamkan diri ke dalam kolam keduniawian. Orang baru merasa aman ketika punya tabungan bermilyar-milyar. Mereka pikir bahwa dengan uang sebanyak itu nyawa bisa dibeli. Mereka yakin bahwa rumah sakit di luar negeri dengan peralatan canggih (dan bayaran super mahal) mampu menangkis tangan maut. Hidup untuk harta, bukannya harta menopang hidup.

Ketika hidup ini benar-benar harus diakhiri, kemana roh mereka akan pergi? Kepada Yesus Jalan, Kebenaran dan Kehidupan? Bagaimana mau kesana jika selama hidup mereka tidak mengenalNya?

Diambil dari Renungan Harian Mutiara Iman 2009

0 comments: