Website Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet sudah pindah domain
Anda akan dialihkan ke domain yang baru dalam (10) detik...







Jika pengalihan tidak berhasil silahkan klik DISINI untuk beralih secara manual

Jl.H.Ramli No.24, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870 | Tel (021)8303111 | Fax (021)8318217 | E-mail sanfransis@gmail.com

SELAMAT DATANG, PINTU PESTA TUHAN TELAH TERBUKA UNTUK ANDA, SILAHKAN MASUK... "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dengarkanlah perkataannya" (Kel 23:20-21)

Halaman Muka | Renungan Harian | Dewan Paroki | Wilayah dan Lingkungan | Foto

Minggu, Januari 02, 2011

Renungan harian 2 Januari 2010-” Kami telah melihat bintangnya Di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia. “

Hari Raya Penampakan Tuhan (P)
Hari Anak Misioner Sedunia
Pw. St. Basilius Agung dan St. Gregorius dr Nazianze

Yes 60:1-6,
Mzm 72:2,7-8,10-11,12-13,
Ef 3:2-3a,5-6,
Mat 2:1-12

Mat 2:1-12

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di Tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Dimanakah Dia, Raja Orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?” Kami telah melihat bintangnya Di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia. “

Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta Seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, dimana Mesias akan dilahirkan.

Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikian ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil diantara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti diatas tempat dimana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.

Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.


Renungan

Peristiwa penampakan Tuhan kepada para sarjana dari Timur (orang Majus)bolehlah di lihat sebagai peristiwa pengakuan superioritas iman atas intelektual.

Sebagai bayi, Yesus masih terlalu kecil untuk berbuat sesuatu , tetapi justru didalam bayi kecil inilah karya besar Ilahi menampakkan bentuknya. Para sarjana dari Timur jelas orang-orang intelektual dengan pengetahuan tinggi . Kedatangan mereka ke Betlehem untuk mencari raja yang baru dilahirkan, mengungkapkan pengakuan akal budi atas kekuasaan Ilahi yang tak terjangkau.

Sering masyarakat modern bertumbuh ke Atheisme karena mengandalkan akal dan merendahkan iman.

Maka perayaan penampakan Tuhan bisa menjadi tanda integrasi iman dan akal budi, Dua sendi pokok yang membentuk integritas manusia .

Ingat kata-kata Santo Thomas Aquinas yang kita madahkan dalam penyembahan Sakramen.

“Iman yang menolong budi, indra tak mencukupi.”

Sumber : Berjalan Bersama Sang Sabda 2011

0 comments: